Tentang oven microwave

oven microwave

Oven microwave yang sehari-hari kita gunakan untuk menghangatkan makanan ternyata memiliki sejarah invensi yang menarik. Suatu hari Percy Spencer, seorang insinyur di bidang teknologi radar, sedang melakukan eksperimen, dan secara tidak sengaja  ia mendapati bahwa coklat batang dalam saku nya mencair. Ia menduga gelombang microwave adalah penyebabnya. Untuk membuktikannya, ia juga mencoba memanaskan telur. Konon telur tersebut meletus dan mengenai wajah salah seorang koleganya.

Oven microwave yang digunakan dalam rumah tangga biasanya bekerja pada frekuensi 2.45 GHz, yaitu salah satu alokasi frekuensi yang tidak memerlukan lisensi dalam penggunaannya. Rentang frekuensi ini juga digunakan dalam komunikasi data Bluetooth dan WiFi.

Secara prinsip, oven microwave dengan frekuensi tinggi tesebut berfungsi untuk menggetarkan molekul-molekul air maupun lemak yang terkandung dalam makanan. Di level mikroskopis, gerakan tak beraturan dari molekul-molekul tersebut menyebabkan tumbukan antar molekul. Jadi pada level makroskopis kita akan mendapati bahwa tumbukan tersebut menyebabkan makanan menjadi hangat.

Komponen utama dari oven microwave adalah sebuah magnetron. Karena itu di Belanda, oven microwave juga sering disebut dengan istilah magnetron. Magnetron memiliki rongga yang dirancang sedemikian rupa agar terjadi resonansi gelombang elektromagnetik pada frekuensi tertentu. Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke kotak dimana makanan ditempatkan.  Kotak yang terbuat dari bahan logam ini berfungsi untuk mengurung radiasi gelombang micowave agar tidak keluar. Gelombang micowave ini akan memantul di dalam kotak hingga diserap oleh makanan. Karena itu tidak disarankan untuk menyalakan oven microwave dalam keadaan kosong. Oven yang dalam keadaan kosong membuat energi microwave tidak terserap dan akan terakumulasi secara berlebihan, yang akhirnya bisa merusak magnetron itu sendiri.

Berbeda dengan radiasi sinar X, radiasi microwave tidak mengionisasi molekul yang berinteraksi dengannya sehingga aman digunakan. Selain itu, tidak seperti radiasi nuklir yang bisa bersifat radioaktif hingga beberapa waktu lamanya, saat oven microwave dimatikan radiasinya akan langsung hilang. Analoginya seperti bola lampu yang hanya memancarkan cahaya pada saat dinyalakan. Ketika bola lampu dimatikan pancaran cahaya nya akan langsung hilang.

Jika kita perhatikan, bagian pintu oven microwave biasanya terbuat dari lapisan kaca transparan dan jaring-jaring logam dengan lubang berukuran kecil. Fungsinya adalah supaya kita masih bisa melihat makanan di dalam oven. Melalui jaring-jaring kecil ini cahaya dari dalam oven masih bisa keluar. Lalu apakah gelombang microwave tidak juga bocor melalui jaring-jaring tersebut, mengingat gelombang microwave dan sinar cahaya sama-sama gelombang elektromagnetik?

Gelombang microwave yang beroperasi di frekuensi 2.45 GHz memiliki panjang gelombang sebesar 12 cm. Sedangkan lubang jaring-jaring pada pintu oven biasanya memiliki diameter 1 mm, atau setara dengan 1/120 panjang gelombang yang digunakan. Ukuran lubang yang sedemikian kecil membuat jaring-jaring tersebut seolah-olah tidak transparan bagi gelombang microwave. Meskipun akan tetap ada sebagian gelombang microwave yang tembus, tapi intensitasnya sangatlah kecil. Sebagian besar gelombang microwave akan tetap terkurung dalam oven. Namun, cahaya lampu yang memiliki panjang gelombang dalam orde nanometer atau +/- 200.000 kali lebih kecil dari panjang gelombang microwave akan dengan mudah saja melewati jaring-jaring tersebut.

Selain melalui jaring-jaring, kebocoran gelombang microwave juga bisa terjadi jika pintu oven tidak tertutup dengan rapat sehingga kontak antara pintu dan body tidak sempurna. Standar International Electrotechnical Commission (IEC) yang banyak diadopsi oleh negara-negara di dunia menyarankan kebocoran tidak lebih dari 5 mW/cm2 ­dengan pengukuran dilakukan pada jarak 5 cm dari oven.

(Dari berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s